Cara Sederhana Hitung Simulasi KPR dan Cicilannya

Memiliki rumah yang nyaman dan aman memang impian banyak orang. Namun, dana untuk membelinya menjadi kendala besar. Oleh sebab itu, Anda dianjurkan untuk membeli rumah secara KPR saja. Salah satu penyedia KPR yang bisa Anda percaya dan termasuk dalam kategori terbaik adalah BTN Properti. Namun, sebelum ajukan, lakukan simulasi KPR dulu!

Menghitung Uang Muka

Dalam pengajuan KPR, ketika sudah disetujui, maka salah satu hal yang pertama kali harus Anda lakukan adalah membayar uang muka. Besaran uang muka ini sangat tergantung dari kebijakan masing-masing bank atau kemampuan Anda dalam membayarnya. Namun, secara garis besar, BI sudah menetapkan batas untuk uang muka ini.

Sesuai peraturan tersebut, jumlah maksimal uang muka yang harus dibayarkan adalah 15%. Tentu saja, angkanya bisa berubah lebih rendah karena ini adalah angka maksimal. Anggap saja rumah yang akan Anda beli senilai 600 juta. Maka, kalikan saja berapa jumlah uang muka yang harus Anda bayarkan. 15% x 600 juta, hasilnya adalah 90 juta yang harus dibayar.

Pokok Kredit

Setelah mengetahui berapa uang muka yang harus Anda bayarkan, tinggal cari tahu berapa pokok kredit yang harus Anda cicil selama tenor yang dipilih. Cara menghitung pokok kredit ini lebih mudah. Anda hanya perlu mengurangi harga rumah dengan yang muka yang sudah dibayar. Dengan contoh yang sama, maka pokok kredit yang harus Anda bayarkan 510 juta.

Biaya Provisi

Biaya provisi bisa dibilang biaya terima kasih Anda kepada bank karena sudah menyetujui pinjaman KPR Anda. Besaran biaya provisi ini berbeda-beda. Namun, rata-rata bank menerapkan 1% dari pokok kredit yang dipinjamkan. Dari contoh yang sama, tinggal kalikan saja. Hasilnya adalah 5,1 juta untuk biaya ini.

Biaya Pajak Pembeli

Ketika melakukan pembelian rumah melalui KPR, Anda juga akan dikenakan yang namanya biaya pajak pembeli yang harus dibayarkan di awal. Untuk menghitung pajak pembeli ini, ada komponen luar yang harus Anda masukkan, yakni NJOPTKP. Ini adalah Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak.

Setiap daerah memiliki nilai NJOPTKP yang berbeda-beda sesuai dengan aturan pemerintah yang berlaku. Sebagai contoh, ambil daerah DKI Jakarta saja. NJOPTKP untuk daerah ini adalah 60 juta. Rumus perhitungannya adalah 5% x (Harga rumah  NJOPTKP). 5% x (600 juta – 60 juta), hasilnya adalah 27 juta. Inilah yang harus dibayarkan.

Biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak

Tak hanya sampai di situ saja, masih ada biaya penerimaan negara bukan pajak atau PNPB yang harus Anda bayarkan. Umumnya, biaya ini harus dibayarkan tatkala mengajukan BBN atau Biaya Balik Nama. Besarannya juga berbeda-beda untuk setiap daerah.

Untuk daerah DKI Jakarta saja misalnya, nilainya adalah Rp50.000,- untuk variabelnya. Sedangkan untuk PNPB cara menghitungnya adalah 1 per seribu dari harga rumah ditambah variabel. 1/1000 x 600 juta, hasilnya adalah Rp600.000,-. Ditambah Rp50.000,- BBN, hasilnya adalah Rp650.000,- Ini yang harus dibayar untuk wujudkan rumah imajinasimu.

Biaya Balik Nama

Masih belum selesai biaya yang harus Anda bayarkan di awal ketika membeli rumah dengan KPR. Masih ada biaya balik nama atau BBN yang harus Anda bayarkan. Cara menghitung BBN ini adalah 1% dari harga rumah ditambahkan Rp500.000,-. 1% dari harga rumah adalah 6 juta dan ditambah Rp500.000,-, hasilnya adalah 6,5 juta.

Rp500.000,- adalah variabel yang biasa digunakan untuk biaya balik nama. Untuk setiap daerah, biasanya variabel ini pun berbeda. Selain biaya-biaya di atas, Anda juga harus bayar biaya notaris yang besarannya bisa dinego dengan notaris tersebut. Ini semua baru biaya awal, ya! Bunga dan cicilan belum termasuk.

Cicilan Per Bulan Bunga Tetap

Lalu, bagaimana cara menghitung cicilan per bulan? Balik lagi ke jenis bunga yang akan dikenakan pada Anda dan besaran suku bunganya. Untuk cicilan KPR dengan bunga tetap, cara menghitungnya adalah total bunga = pokok kredit x bunga per tahun x tenor dalam satuan tahun.

Sedangkan untuk bunga per tahun, maka cara menghitungnya adalah total bunga dibagi tenor dalam satuan bulan. Lanjutkan dengan cicilan per bulan dan inilah yang harus Anda bayarkan. Cara menghitungnya adalah cicilan per bulan = (pokok kredit + total bunga) dibagi dalam tenor satuan bulan.

Tenor yang dimaksud di sini adalah jangka waktu Anda meminjam. Lamanya waktu meminjam tergantung pilihan Anda. Rata-rata, tenor maksimal yang disediakan adalah 20 tahun. Namun, ada juga yang sampai 25 tahun di BTN tergantung dari produk KPR yang dipilih.

Cicilan Per Bulan Bunga Efektif

Sedangkan cicilan dengan bunga efektif lain lagi cara menghitungnya. Namun, kalau mau dilihat secara ringkas, sebenarnya cara menghitungnya tak jauh beda. Anda hanya perlu menggunakan rumus saldo akhir periode x bunga per tahun dibagi tenor dalam satu tahun di jumlah bulan. Anda akan mendapatkan berapa bunga yang harus dibayarkan.

Untuk mengetahui berapa cicilan yang harus dibayarkan, tinggal tambahkan saja cicilan per bulan untuk pokok dengan bunga yang didapat dari hasil perhitungan tersebut. Itulah yang harus Anda bayarkan setiap bulannya pada pihak bank.

Makin lama tenor yang Anda pilih, Anda harus membayar makin banyak pada pihak bank. Oleh sebab itu, sangat disarankan bila Anda punya penghasilan lebih, ambillah yang tenornya cepat. Jangan mengambil tenor maksimal. Meski cicilannya terlihat ringan, namun Anda harus membayar dalam jangka waktu yang lama. Itu tentu membebani keuangan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *